**Syekh Puji**, Hukum Islam & Perubahan Zaman... ???
Ditulis oleh MasIdan
Jumat, 07 November 2008
**Syekh Puji**, Hukum Islam & Perubahan Zaman... ???
Fenomena... pernikahan Ulfa dan Syekh Pujiono... mmg cukup mengemparkan.... !
Namun ada Hikmah dan Pelajaran yg bisa diambil di balik itu semua !
Itulah keyakinan seseorang kalau tidak mempertimbangkan " Kekinian
& perubahan Zaman ".... tak ubahnya sebagaimana Ke-egoisme-an
Pemahaman sebuah Agama ( dlm hal ini Islam ). Selalu saja membuat orang
menjadi terperangah, marah, menuduh, bahkan sampai menghujat !Baca yg Terkait.. Klik >>>
Kemudian, siapa yg bisa menyanggah... atau menyalahkan... jika Hukum Islam sendiri menghalalkan atau malah mengsyahkan pernikahan tersebut. Dengan demikian, menurut pandangan Islam ( hukum Islam ) sebagai keyakinan pribadi.... mmg tidak ada masalah !
Tapi... pada kenyataannya... pandangan masyarakat, sebagian Ulama &
Pemerintah melihat sbg persoalan, bahkan melanggar Hukum ( baca sbg
kesepakatan bersama / UU ).
Tentu saja, UU sendiri dibuat bukan hanya untuk kepentingan banyak
orang, akan tetapi juga utk melindungi kebaikan masyarakat itu sendiri.
Mungkin bisa jadi, seandainya Syekh Pujiono... menikah di jaman
penjajahan Belanda ( di mana media informasi masih minim ). Tentu saja
tidak akan menjadi persoalan atau masalah nasional.
Namun.... dunia pun akan terus berkembang.... ! Dan tatanan masyarakatnya juga mjd semakin pelik & rumit. Maka... Hukum Islam... juga harus mampu menyikapi & mempertimbangkan perubahan itu.
Mungkin..., Syekh Puji... melupakan itu semua. Sehingga harus menerima kenyataan yg tidak ringan dan mudah !
Utk itu..., mudah-2an Syekh Puji mampu melalui ujian yg dibuat olehnya sendiri.... !
Aminn.....
Spoiler for Kenapa **ULFA** Tak mau di Cerai... ???..next..:
Kenapa **ULFA** Tak mau di Cerai... ???
Menikah kemudian melakukan Hub. Sex adl halal Hukumnya. Bahkan, bisa menjadi wajib utk dilakukan.
Semua sudah tahu..., Sex sendiri adl Hakekat dr sebuah pernikahan,
Cinta, & Keturunan itu sendiri. Tidak hanya laki-2 tidak juga
perempuan. Sex adl fitrah yg tak terbantahkan ( pd akhirnya sbg
kebutuhan penting ).
Nah....,
Sex bg wanita yg sudah melakukan persetubuhan, maka akan menjadi sebuah
kebutuhan yg cukup vital ( primer / mendasar ) dalam kehidupan
selanjutnya. Terlepas sudah menikah atau belum, di sanalah rasa kasih
& sayang yg sejati bisa dirasakannya. Di sanalah juga, ungkapan
Cinta & perlindungan seakan bisa ditumpahkan.
Dan dalam kelanjutannya menjadi tak mudah tergantikan ( hingga menjadi sangat tergantung kpd suami ato pasangannya ).
Di sinilah muncul " ketergantungan " sehidup semati bg seorang wanita ( istri / pasangan ).
Menjadi sehidup-semati, jika wanita sudah mengungkapkan cintanya
( melakukan hub. sex ) dgn pasangannya. Hingga takkan mudah utk
melupakannya. Bahkan akan menjadi sebuah ketergantungan yg amat dalam
bagi seorang istri ( wanita / pasangan ).
Apalagi utk yg pertama kalinya, atau di masa bulan madunya, atau di
awal pernikahannya. Di jamin.... seorang wanita... yg sudah akil balik
( sdh mentruasi ) bakal NEMPEL kayak PERANGKO.... !
Utk itu.... Memisahkannya, ato menceraikannya..., ato diputus hubungannya oleh banyak sebab, BUKANLAH HAL YG MUDAH utk wanita !
Wah... kalau dipaksa bisa.... Gilee... Gan... !
Nah...., ULFA.... sudah dalam posisi ini... !
Maka dijamin... akan berontak dan melawan.... !
Utk itu, mustahillah dilakukan dgn mudah utk diceraikan atau
dikembalikan kpd ORTUnya. Wah... bisa-2.... Bunuh Diri... tuhc anak...
!
Tampaknya akan butuh waktu dan penanganan yg intensif utk mengembalikan
kondisi awalnya. Itupun juga butuh waktu yg lama. Kecuali juga harus
dilakukan oleh ahlinya ( psikater atau psikolog ).
Gimana... Om Syekh... Pujiono.... ?
Bakalan semakin Rumit tuhc.... masalahnya.... !
Makanya jgn asal main dalil doang... !
Tapi pertimbangkan.... juga efek kerusakan yg bisa ditimbulkan di masyarakat luas atas pernikahan tersebut !
Selamet tambah Pucing....ya... Om Syekh Puji.... !
Hehehe... !
NB: Tidak melayani tanggapan yg mengarah ke sara... !